Jumat, 16 Mei 2014

Kisah Nabi Ismail a.s
Nabi Ibrahim a.s menikah dengan Siti Hajar dan dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Nabi Ibrahim a.s sejatinya telah menikah dengan  seorang wanita bernama Sarah. Namun lama menikah dengan Sarah, beliau juga di karuniai seorang anak. Maka dengan izin dari istrinya, Nabi Ibrahim menikah lagi denga Siti Hajar dan akhirnya lahirlah Ismail. Tak lama setelah Ismail lahir, sarah pun juga hamil dan akhirnya melahirkan seorang anak laki – laki yang di beri nama Ishaq, yang kelak juga menjadi Nabi Allah SWT.
1.   Kelahiran Nabi Ismail a.s
Pernikahan Nabi Ibrahim a.s melahirkan seorang putra bernama Ismail. Selang beberapa hari setelah kelahirannya Nabi Ibrahim a.s kemudian mengajak Siti Hajar dan Ismail untuk pindah ke Mekah, saat itu Mekah masih berupa lautan padang pasir, yang sunyi, tandus dan gersang. Atas perintah Allah Nabi Ibrahim a.s pun meninggalkan keduanya untuk kembali ke Palestina. Mendengar perintah Allah Nabi Ibrahim a.s dengan patuh menjalankan perintah tersebut. Kemudian Nabi Ibrahim a.s berdoa kepada Allah sebagaimana tercantum dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 37 yang artinya sebagai berikut :
        “ ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah engkau ( Baaitullah ) yang di hormati ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan Shalat, maka jadikanlah hati sebagai manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahhan mereka bersyukur”. ( Q.S. Ibrahim [14]: 37 )
        Stelah Nabi Ibrahim a.s meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus lagi gersang, Siti Hajar dan Ismail kehabisan air. Ismail terus menerus menangs kehausan. Siti Hajar kebingungan berlari mencari mata air antara Bukit Shafa dan Marwah sampai ujuh kali tetapi tidak di temukan air. Karena haus dan lapar Ismial menghentakan kakinya ke tanah sambil mengangis. Ddengan kekuasaan Allah SWT memamcarlah air dari tanah. Siti Hajar segera mengumpulkan air itu. Air yang memancar deras itu sekarang di sebut Air Zam-Zam yang artinya Berkumpul. Ketika Nabi Ibahim a.s kembali ke Mekah untuk menemui anak dan istrinya, alangkah tercengang nya beliau melihat air yang banyak, dan tempat itu sudah menjadi Desa yang subur dan makmur, sedangkan Siti Hajar telah berbahagia hidupnya dengan harta benda yang cukup. Ini semua karena karunia yang di berian oleh Allah SWT.
2. Ketaatan Nabi Ismail a.s kepada Allah SWT dan Orang Tua
Ismail kecil semakin hari semakin tumbuh dengan sehat. Meskipun masih kecil, Ismail memiliki kecerdasan dan ketaatan yang uar biasa. Suatu hari, Nabi Ibrahim a.s bermimpi bbahwa ia diperintah Allah SWT untuk menyembelih putranya. Maka Nabi Ibrahim a.s pun menceritakan perihal mimpinya kepada Ismail, putranya. Mendengar perkataan Ayahnya, dengan penuh ketaatan, Ismail menerimanya. Imail pun berkata : “ Ayah, apabial benar bahwa itu adalah perintah dari Allah SWT , maka laksanakanlah tanpa ragu InsyaAllah, engkau akan mendapati ku termasuk golongan orang yang sabar “. Nabi Ibrahim a.s benar-benar mengerti bahwa perintah itu  seesungguhnya merupakan ujian dari Allah untuk mengetahui kadar ke Imanannya. maka Nabi Ibrahim dan Ismail kemudian pergi kesebuah tempat di Buuki Mina untuk melaksanakan perintah Allah. Keika Ismail di baringkan dan pisau telah menempel di lehernya, Allah mengganti Ismail dengan seekor kambing yang besar. Peristiwa inilah yang akhirnya kita kenal dengan perintah berkurban bagi umat muslim. Hal ini diabadikan di dalam Al-Quran Q.S As-Saffat ayat 104-107 sebagai berikut :
        “ dan kami panggilah dia: “ hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “ (Q.S As-Saffat [37] 104-107 )
3. Nabi Ismail a.s. membangun Ka’bah dgn Nabi Ibrahim a.s.
Salah satu perintah Allah kepada Nabi Ibrahim a.s adalah membangun Ka’bah dekat dengan sumur Zam-Zam di Mekah. Nabi Ibrahim a.s pun berangkat ke mekah untuk menemui Nabi Ismail a.s dan mengajaknya untuk membangun ka’bah. Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s membangun Ka’bah dengan bentuk kubus dari batu pijakan yang masih ada sampai sekarang, batu pijakan ini sekarang lebih di kenal dengan sebutan Maqam Ibrahim (tempat berdirinya Ibrahim).
Ka’bah bisa kita sebut juga sebagi Baitullah (Rumah Allah SWT). Ka’bah setiap tahunnya di kunjungi oleh berjuta-juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakn ibadah haji. Ka’bah juga merupakan Kiblat umat islam dalam mengerjakan Ibadah Shalat.
Pada salah satu sudut Ka’bah. Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s meletakan batu hitam yg mengkilap. Batu hitam tersebut kita kenal dengan nama HAJAR ASWAD, sebelum diletakan, batu tersebut di ciumi sambil berlari-lari. Peristiwa ini kemudian di sebut tawaf dalam Ibadah Haji.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar