Kisah
Nabi Ismail a.s
Nabi Ibrahim a.s menikah dengan
Siti Hajar dan dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Nabi Ibrahim a.s
sejatinya telah menikah dengan seorang
wanita bernama Sarah. Namun lama menikah dengan Sarah, beliau juga di karuniai
seorang anak. Maka dengan izin dari istrinya, Nabi Ibrahim menikah lagi denga
Siti Hajar dan akhirnya lahirlah Ismail. Tak lama setelah Ismail lahir, sarah
pun juga hamil dan akhirnya melahirkan seorang anak laki – laki yang di beri
nama Ishaq, yang kelak juga menjadi Nabi Allah SWT.
1.
Kelahiran Nabi Ismail a.s
Pernikahan Nabi Ibrahim a.s
melahirkan seorang putra bernama Ismail. Selang beberapa hari setelah
kelahirannya Nabi Ibrahim a.s kemudian mengajak Siti Hajar dan Ismail untuk
pindah ke Mekah, saat itu Mekah masih berupa lautan padang pasir, yang sunyi,
tandus dan gersang. Atas perintah Allah Nabi Ibrahim a.s pun meninggalkan
keduanya untuk kembali ke Palestina. Mendengar perintah Allah Nabi Ibrahim a.s
dengan patuh menjalankan perintah tersebut. Kemudian Nabi Ibrahim a.s berdoa
kepada Allah sebagaimana tercantum dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 37 yang
artinya sebagai berikut :
“ ya Tuhan Kami,
Sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak
mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah engkau ( Baaitullah ) yang di hormati ya
Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan Shalat, maka jadikanlah
hati sebagai manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari
buah-buahan, mudah-mudahhan mereka bersyukur”. ( Q.S. Ibrahim [14]: 37 )
Stelah Nabi
Ibrahim a.s meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus lagi gersang, Siti
Hajar dan Ismail kehabisan air. Ismail terus menerus menangs kehausan. Siti
Hajar kebingungan berlari mencari mata air antara Bukit Shafa dan Marwah sampai
ujuh kali tetapi tidak di temukan air. Karena haus dan lapar Ismial
menghentakan kakinya ke tanah sambil mengangis. Ddengan kekuasaan Allah SWT
memamcarlah air dari tanah. Siti Hajar segera mengumpulkan air itu. Air yang
memancar deras itu sekarang di sebut Air Zam-Zam yang artinya Berkumpul. Ketika
Nabi Ibahim a.s kembali ke Mekah untuk menemui anak dan istrinya, alangkah
tercengang nya beliau melihat air yang banyak, dan tempat itu sudah menjadi
Desa yang subur dan makmur, sedangkan Siti Hajar telah berbahagia hidupnya
dengan harta benda yang cukup. Ini semua karena karunia yang di berian oleh
Allah SWT.
2. Ketaatan
Nabi Ismail a.s kepada Allah SWT dan Orang Tua
Ismail kecil semakin hari semakin
tumbuh dengan sehat. Meskipun masih kecil, Ismail memiliki kecerdasan dan
ketaatan yang uar biasa. Suatu hari, Nabi Ibrahim a.s bermimpi bbahwa ia
diperintah Allah SWT untuk menyembelih putranya. Maka Nabi Ibrahim a.s pun
menceritakan perihal mimpinya kepada Ismail, putranya. Mendengar perkataan
Ayahnya, dengan penuh ketaatan, Ismail menerimanya. Imail pun berkata : “ Ayah,
apabial benar bahwa itu adalah perintah dari Allah SWT , maka laksanakanlah
tanpa ragu InsyaAllah, engkau akan mendapati ku termasuk golongan orang yang
sabar “. Nabi Ibrahim a.s benar-benar mengerti bahwa perintah itu seesungguhnya merupakan ujian dari Allah
untuk mengetahui kadar ke Imanannya. maka Nabi Ibrahim dan Ismail kemudian
pergi kesebuah tempat di Buuki Mina untuk melaksanakan perintah Allah. Keika
Ismail di baringkan dan pisau telah menempel di lehernya, Allah mengganti
Ismail dengan seekor kambing yang besar. Peristiwa inilah yang akhirnya kita
kenal dengan perintah berkurban bagi umat muslim. Hal ini diabadikan di dalam
Al-Quran Q.S As-Saffat ayat 104-107 sebagai berikut :
“
dan kami panggilah dia: “ hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan
mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang orang
yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan
kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “ (Q.S As-Saffat [37]
104-107 )
3. Nabi
Ismail a.s. membangun Ka’bah dgn Nabi Ibrahim a.s.
Salah satu perintah Allah kepada
Nabi Ibrahim a.s adalah membangun Ka’bah dekat dengan sumur Zam-Zam di Mekah.
Nabi Ibrahim a.s pun berangkat ke mekah untuk menemui Nabi Ismail a.s dan
mengajaknya untuk membangun ka’bah. Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s
membangun Ka’bah dengan bentuk kubus dari batu pijakan yang masih ada sampai sekarang,
batu pijakan ini sekarang lebih di kenal dengan sebutan Maqam Ibrahim (tempat
berdirinya Ibrahim).
Ka’bah bisa kita sebut juga
sebagi Baitullah (Rumah Allah SWT). Ka’bah setiap tahunnya di kunjungi oleh
berjuta-juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakn ibadah
haji. Ka’bah juga merupakan Kiblat umat islam dalam mengerjakan Ibadah Shalat.
Pada salah satu sudut Ka’bah.
Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s meletakan batu hitam yg mengkilap. Batu
hitam tersebut kita kenal dengan nama HAJAR ASWAD, sebelum diletakan,
batu tersebut di ciumi sambil berlari-lari. Peristiwa ini kemudian di sebut tawaf
dalam Ibadah Haji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar