Sabtu, 31 Mei 2014

Alasan Allah SWT Tidak Menciptakan Seluruh Wanita Cantik Sekali.



Alasan Allah SWT Tidak Menciptakan Seluruh Wanita Cantik Sekali.

Mengapa Allah tidak menciptakan seluruh wanita cantik   sekali ?                                      
Bukankah ia mampu berbuat seperti itu ? Benar.
Hendaklah kita ingat bahwa ini adalah dunia, bukan akhirat yang serba sempurna. Ini adalah tempat seluruh manusia dan jin diuji, dan bukan tempat kita untuk bersenang-senang atau menikmati segala sesuatu.
Saudariku,
Banyak manusia merasa bangga memiliki wajah yang... tampan atau cantik, bodi yang aduhai serta kulit yang mulus. Dia merasa kehebatan-kehebatan itu adalah milik dirinya dan ia bangga di hadapan manusia.
Saudariku,
Apakah kita punya andil dalam menentukan jumlah mata kita? Letak hidung kita? Apakah manusia ikut andil dalam membentuk wajah mereka? kita semua ge-er dengan tubuh kita, padahal setitikpun kita tidak punya andil didalamnya.
Renungkanlah Saudariku,
Bahwa hidung mancung dan wajahmu yang cantik itu sama sekali belum merupakan tanda bahwa Allah memuliakanmu. Demikian pula mereka yang tidak cantik. Itu bukan pertanda bahwa Allah menghinakan mereka. Semua itu adalah ujian dari Allah untuk menguji siapa diantara hambaNya yang paling baik dalam mensyukuri nikmatNya, serta paling takwa dan sabar dalam menjalani hidup di dunia ini. Karena itu ingatlah selalu bahwa semua itu semata-mata adalah milikNya, dan kita sedikitpun tidak memiliki apa-apa, kecuali sekedar titipan.                    
Wajah yang menarik tidaklah semata-mata merupakan nikmat akan tetapi juga penyulut api fitnah.
Renungkanlah saudariku,
Siapa dengan kecantikannya itu akan menjerumuskan dirinya atau orang lain ke dalam dosa maka kecantikannyaitu tiada lain adalah musibah (naudzubilla), dan siapa dengan kecantikannya itu meraih ridha Allah SWT maka kecantkannya itua dalah suatu nikmat yang besar (semoga kita bagian darinya) Amin.

Jumat, 16 Mei 2014

Jagalah Shalat 5 Waktu





Sudah sepatutnya kita menjaga shalat lima waktu. Barangsiapa yang selalu
menjaganya, berarti telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang sering
menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan
lagi.

Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan,

“Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa
menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang
menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan
lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan
shalat.“

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa,

“Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan
agamanya. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan
penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan
semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat
lima waktunya. Kenalilah dirimu, wahai Abdullah. Waspadalah! Janganlah
engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam
Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam
hatimu.“

Oleh karena itu, jangan heran jika kita melihat seseorang yang sering bolong shalatnya, amalan yang lainnya juga lebihdia sia-siakan, lebih sering berdusta, dan lebih menyia-nyiakan amanat.

Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Dalam sujud terakhirku Ya Allah...
kuteriakkan Asma-Mu sekeras-kerasnya
agar runtuh dinding kesombongan dalam hatiku

Dalam sujud terakhirku Ya Rabbi...
ku menangis sejadi-jadinya
biar kering mata ini
namun basah ladang hati yang gersang

Dalam sujud terakhirku Ya Rahman...
kulihat semua dosa yang membayangiku
kelam mencengkram jiwa yang lusuh

Dalam sujud terakhirku Ya Rahim...
biarkan aku patah dalam cahayaMu
biarkan kumusnahkan titik-titik kemunafikanku
agar ku kembali dalam pelukan hidayahMu

Dalam sujud terakhirku
biarkan aku hirup nafasku sekali lagi
hanya untuk menyebut namaMu dan kekasihMu tercinta

Doa Selamat


اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

ALLAHUMMA INNAA NAS-ALUKA SALAAMATAN FIDDIIN, WA'AAFIYATAN FILJASADI, WAZIYAADATAN FIL'ILMI, WABARAKATAN FIRRIZQI WATAUBATAN QABLAL MAUTI, WARAHMATAN 'INDAL MAUTI WAMAGHFIRATAM BA'DAL MAUUT, ALLAAHUMMA HAWWIN 'ALAYNAA FII SAKARAATIL MAUTI WANNAJAATA MINANNAARI WAL'AF-WA 'IN-DAL HISAAB. RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAa BA'DA IDZ HADAYTANAA WAHAB LANAA MILLADUNG-KA RAHMAH. INNAKA ANTAL WAHHAAB. RABBANAA AATINAA FIDDUN-YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA 'A-DZAABANNAR






Artinya :
"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan didalam agama, sehat jasmani, tambah ilmu dan keberkahan rizki, dapat bertobat sebelum mati, memperoleh rahmat ketika mati dan memperoleh ampunan setelah mati. YA Allah, ringankanlah kami ketika sakaratul maut, jauh dari neraka dan memperoleh ampunan pada hari hisab. Ya Allah janganlah Engkau ubah hati kami setelah engkau memberi petunjuk kepada kami dan berilah kami rahmat dari sisi Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka"
“Rahasia & Keutamaan Shalat Dhuha”
Assalamualaikum Wr.Wb
Shalat Dhuha memiliki Keutamaan tersendiri, disini saya ingin memberi tahu tentang Rahasia & Keutamaan Shalat Dhuha. J InsyaAllah bermanfaat J
Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha – Shalat duha merupakan salah satu diantara shalat-shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Banyak sekali penjelasan hadits yang telah menyebutkan berbagai keutamaan dan keistimewaan shalat Dhuha bagi siapa saja yang melaksanakannya. Berikut ini adalah beberapa hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasul saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)


3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)
4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”
(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).
5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).
6. Ampunan Dosa

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).
Kisah Nabi Ismail a.s
Nabi Ibrahim a.s menikah dengan Siti Hajar dan dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Nabi Ibrahim a.s sejatinya telah menikah dengan  seorang wanita bernama Sarah. Namun lama menikah dengan Sarah, beliau juga di karuniai seorang anak. Maka dengan izin dari istrinya, Nabi Ibrahim menikah lagi denga Siti Hajar dan akhirnya lahirlah Ismail. Tak lama setelah Ismail lahir, sarah pun juga hamil dan akhirnya melahirkan seorang anak laki – laki yang di beri nama Ishaq, yang kelak juga menjadi Nabi Allah SWT.
1.   Kelahiran Nabi Ismail a.s
Pernikahan Nabi Ibrahim a.s melahirkan seorang putra bernama Ismail. Selang beberapa hari setelah kelahirannya Nabi Ibrahim a.s kemudian mengajak Siti Hajar dan Ismail untuk pindah ke Mekah, saat itu Mekah masih berupa lautan padang pasir, yang sunyi, tandus dan gersang. Atas perintah Allah Nabi Ibrahim a.s pun meninggalkan keduanya untuk kembali ke Palestina. Mendengar perintah Allah Nabi Ibrahim a.s dengan patuh menjalankan perintah tersebut. Kemudian Nabi Ibrahim a.s berdoa kepada Allah sebagaimana tercantum dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 37 yang artinya sebagai berikut :
        “ ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah engkau ( Baaitullah ) yang di hormati ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan Shalat, maka jadikanlah hati sebagai manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahhan mereka bersyukur”. ( Q.S. Ibrahim [14]: 37 )
        Stelah Nabi Ibrahim a.s meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus lagi gersang, Siti Hajar dan Ismail kehabisan air. Ismail terus menerus menangs kehausan. Siti Hajar kebingungan berlari mencari mata air antara Bukit Shafa dan Marwah sampai ujuh kali tetapi tidak di temukan air. Karena haus dan lapar Ismial menghentakan kakinya ke tanah sambil mengangis. Ddengan kekuasaan Allah SWT memamcarlah air dari tanah. Siti Hajar segera mengumpulkan air itu. Air yang memancar deras itu sekarang di sebut Air Zam-Zam yang artinya Berkumpul. Ketika Nabi Ibahim a.s kembali ke Mekah untuk menemui anak dan istrinya, alangkah tercengang nya beliau melihat air yang banyak, dan tempat itu sudah menjadi Desa yang subur dan makmur, sedangkan Siti Hajar telah berbahagia hidupnya dengan harta benda yang cukup. Ini semua karena karunia yang di berian oleh Allah SWT.
2. Ketaatan Nabi Ismail a.s kepada Allah SWT dan Orang Tua
Ismail kecil semakin hari semakin tumbuh dengan sehat. Meskipun masih kecil, Ismail memiliki kecerdasan dan ketaatan yang uar biasa. Suatu hari, Nabi Ibrahim a.s bermimpi bbahwa ia diperintah Allah SWT untuk menyembelih putranya. Maka Nabi Ibrahim a.s pun menceritakan perihal mimpinya kepada Ismail, putranya. Mendengar perkataan Ayahnya, dengan penuh ketaatan, Ismail menerimanya. Imail pun berkata : “ Ayah, apabial benar bahwa itu adalah perintah dari Allah SWT , maka laksanakanlah tanpa ragu InsyaAllah, engkau akan mendapati ku termasuk golongan orang yang sabar “. Nabi Ibrahim a.s benar-benar mengerti bahwa perintah itu  seesungguhnya merupakan ujian dari Allah untuk mengetahui kadar ke Imanannya. maka Nabi Ibrahim dan Ismail kemudian pergi kesebuah tempat di Buuki Mina untuk melaksanakan perintah Allah. Keika Ismail di baringkan dan pisau telah menempel di lehernya, Allah mengganti Ismail dengan seekor kambing yang besar. Peristiwa inilah yang akhirnya kita kenal dengan perintah berkurban bagi umat muslim. Hal ini diabadikan di dalam Al-Quran Q.S As-Saffat ayat 104-107 sebagai berikut :
        “ dan kami panggilah dia: “ hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “ (Q.S As-Saffat [37] 104-107 )
3. Nabi Ismail a.s. membangun Ka’bah dgn Nabi Ibrahim a.s.
Salah satu perintah Allah kepada Nabi Ibrahim a.s adalah membangun Ka’bah dekat dengan sumur Zam-Zam di Mekah. Nabi Ibrahim a.s pun berangkat ke mekah untuk menemui Nabi Ismail a.s dan mengajaknya untuk membangun ka’bah. Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s membangun Ka’bah dengan bentuk kubus dari batu pijakan yang masih ada sampai sekarang, batu pijakan ini sekarang lebih di kenal dengan sebutan Maqam Ibrahim (tempat berdirinya Ibrahim).
Ka’bah bisa kita sebut juga sebagi Baitullah (Rumah Allah SWT). Ka’bah setiap tahunnya di kunjungi oleh berjuta-juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakn ibadah haji. Ka’bah juga merupakan Kiblat umat islam dalam mengerjakan Ibadah Shalat.
Pada salah satu sudut Ka’bah. Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s meletakan batu hitam yg mengkilap. Batu hitam tersebut kita kenal dengan nama HAJAR ASWAD, sebelum diletakan, batu tersebut di ciumi sambil berlari-lari. Peristiwa ini kemudian di sebut tawaf dalam Ibadah Haji.


Kamis, 15 Mei 2014

Ilmu ko Baca Aja (Kisah Nabi Adam a.s)

Bismillahhir rahmaanirohiim

Assalamualaikum Wr.Wb

Saya ingin menceritakan Kisah Nabi Adam a.s

Kisah Nabi Adam a.s

KisahNabiAdam.a.s 
A.   Nabi Adam a.s

Adam adalh mahluk baru yang diciptakan Allah SWT , yang sebelumnya telah ada Malaikat dan jin, serta mahluk lainnya. Pada awalnya para malaikat bertanya kepada Allah, kenapa menciptakan manusia yang akan menciptakan kerusakan dan pertumpahan darah, sedangkan para malaikat senantiasa bertasbih kepada Allah SWT, Allah SWT menjawab keraguan para Malaikat dan membawa meraka menjadi yakin dan berserah diri dengan firmannya : “Sesungguhnya Aku Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S  Al-Baqarah : 30)

Allah SWT menciptakan Adam dari tanah. Setelah disempurnakan ditiupkanlah roh di dalamnya. Para Malaikat dan Iblis enggan untuk bersujud kepada Adam, iblis diciptakan Allah dari api, sadangkan Adam dari tanah. Atas penolakan tersebut, maka Allah mengusir iblis dari surga dan mengutuknya. Namun iblis diberi tangguhan (keringanan) dapat hidup sampai Hari Kiamat dan menggoda manusia dengan kesesatan.

Allah menempatkan adam di Surga dan menciptakan Hawa untuk mendampinginya dan menentramkan Nabi Adam. Allah SWT membebaskan apapun yang diinginkan Adam dan  Hawa selama di surga. Kecuali mendekati salah satu pohon dan memakan buahnya. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah: 35 : “ Dan kami berfirman : ‘Hai Adam, tinggallah kamu dan Istrimu di Surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang orang yang lalim.’ “ (Q.S Al-Balqarah : 35)

Iblis yang mengetahui hal tersebut menggoda Adam dan Istrinya untuk mendekati pohon itu dan akhirnya mereka berdua, terperdaya oleh tipu daya iblis dan memakan buah tersebut.

Atas kelalaiannya itu, Adam dan Hawa merasa berdosa telah melanggar perintah Allah, ia pun berdoa dan bertaubat kepada Allah dengan mengucapkan :

“keduanya berkata : “ya Tuhan kami telah menganiyaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang orang yang merugi.” (Al-Araf : 23)

Allah SWT menerima taubatnya dan memaafkan serta mengirimnya  ke bumi. Mulailah kehidupan mulailah kehidupan Nabi Adam di bumi, bekerja keras dan berusaha untuk dapat hidup, lahirkan keturunan dan lainnya. kehidupan sangat berbeda ketika mereka di surga. Hidup di dunia dialami dengan suka dan duka. Dari sinilah awal mula semua mahluk hidup termasuk manusia ada di bumi.

Umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya yang berbeda-beda. Dari keanekaragaman tersebut, manusia hidup berkelompok menjadi bersuku-suku dan bangsa. Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam Al-Quran surah Al-Hujurat ayat 13 yang artinya , “ Wahai manusia sunggguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui dan Maha Teliti”.

Rabu, 14 Mei 2014

Amalan Sebelum Tidur :) (InsyaAllah Bermanfaat)

4 Amalan Yang dilakukan sebelum tidur

 

 

Bismilahhir rahmaanirohiim

Assalamualaikum Wr.Wb

Saya ingin berbagi pengetahuan aja sobat  Semoga yang membacanya InsyaAllah dapat mengamalkannya  amin.

Saya mau berbagi Ilmu sedikit  tentang

                   “ 4 Amalan Yang Dilakukan Sebelum Tidur “

                Pada zaman Rasulullah SAW, beliau pernah berwasiat kepada istrinya , ( Siti Aisyah )

“wahai Aisyah janganlah engkau tidur sebelum melakukan 4 hal :

1.            Menghatamkan Al-Quran

2.            Memperoleh Syafaat dariku

3.            Kaum Mu’minin dan Mu’minat Ridha kepada mu

4.            Melaksanakan Haji dan Umrah

Siti Aisyah pun bertanya :

   “ ya Rasulullah , bagaimana mungkin aku melakukan semua itu sebelum tidur ? ”

Rasulullah SAW menjawab :

1.            Bacalalah surat Al-Ikhlas 3x maka seakan akan sama nilai nya dengan menghatamkan Al-Quran ( a’udzu billahi minasy syaithaanirrajim nirozim , Bismillahhir rahmaanirohiim , Qul huwallahu ahad , Allahus samad , lam yalid walam yulad , wa lam yakul lahu kufuan ahad ).

2.            Bacalah Shalawat untukku ( Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad ) maka aku akan memberi syafaat kepadamu.

3.            Mintalah ampun untuk kaum mu’minin dan Mu’minnat ( Allahummagfirli mu’miniina wal Mu’ninaat walil muslimina wal muslimat, al-ahyaa i minhum wal amwaat ) maka niscaya mereka akan meridhoimu.

4.            Bacalah ( “ SuhanAllah wal hamdulillah wa la illaha illallah huallahhu Akbar “ ) maka seakan-akan (sama nilainya) engkau telah melaksanakan haji dan umrah.

 

                                       AMALKAN YAAA 

            ~~ SELAMAT MENCOBA & SELAMAT TIDUR ~~

Jangan lupa sebelum tidur hendaknya berwudhu terlebih dahulu  dan jangan lupa Berdo’a 

 

Minggu, 20 April 2014

Jadikan aku Pacarmu ( Coveran BARRIS MUSIC )
Tinggalkan Sesuatu Yang Meragukan
Sesuatu yang meragukan adalah sesuatu yang membuat tidak tenang dan memunculkan rasa khawatir, jikalau ternyata hal itu tidak boleh dilakukan. Jika kita menghadapi kondisi demikian maka tinggalkanlah yang meragukan tersebut dan lakukan sesuatu yang meyakinkan atau yang membuat tenang. Adalah termasuk perbuatan tercela jika ada keraguan akan tetapi tetap dikerjakan.

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.
                             
  وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدً

Sabtu, 05 April 2014